RSS

Pages

Sabtu, 27 Desember 2014

ETIKA PROFESI AKUNTANSI PENGENDALIAN MUTU



Cara Profesi dan Masyarakat Mendorong Akuntan Publik Untuk Berperilaku Pada Tingkat yang Tinggi dalam “Pengendalian Mutu”

Setiap Kantor Akuntan Publik (KAP) wajib memiliki sistem pengendalian mutu yang harus diterapkan pada semua jasa audit, atestasi, akuntansi dan review, yang standarnya telah ditetapkan dalam Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP).
Dalam setiap penugasan jasa profesional, KAP bertanggung jawab untuk mematuhi SPAP. Dalam pemenuhan tanggung jawab tersebut, KAP wajib mempertimbangkan integritas stafnya, independensi terhadap klien, kompetensi, objektivitas serta penggunaan kemahiran profesionalnya secara cermat dan seksama. Oleh karena itu, KAP harus memiliki sistem pengendalian mutu yang mencakup struktur organisasi, kebijakan dan prosedur yang ditetapkan KAP untuk memberikan keyakinan memadai tentang kesesuaian penugasan profesional dengan SPAP.
Sistem Pengendalian Mutu KAP diatur dalam Pernyataan Standar Pengendalian Mutu (PSPM) No. 01 yang dikeluarkan oleh Komite SPAP.
Sifat dan lingkup kebijakan dan prosedur pengendalian mutu yang ditetapkan oleh KAP dapat berbeda antara antara KAP yang satu dengan lainnya karena penyusunan sistem pengendalian mutu KAP dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain ukuran KAP, tingkat otonomi yang diberikan kepada staf dan kantor-kantor cabangnya, sifat praktik, organisasi kantor serta pertimbangan biaya manfaat.
KAP harus mempertimbangkan setiap unsur pengendalian mutu, sejauh dapat diterapkan dalam prakteknya, dalam merumuskan kebijakan dan prosedur pengendalian mutu.
Standar Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik (KAP) memberikan \ panduan bagi kantor akuntan publik di dalam melaksanakan pengendalian kualitas jasa \ yang dihasilkan oleh kantornya dengan mematuhi berbagai standar yang diterbitkan oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik Institut Akuntan Publik Indonesia (DSPAP IAPI) dan Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik yang diterbitkan oleh IAPI.
Unsur-unsur pengendalian mutu yang harus harus diterapkan oleh setiap KAP pada semua jenis jasa audit, atestasi dan konsultansi meliputi:
  • independensi – meyakinkan semua personel pada setiap tingkat organisasi harus mempertahankan independensi
  • penugasan personel – meyakinkan bahwa perikatan akan dilaksanakan oleh staf profesional yang memiliki tingkat pelatihan dan keahlian teknis untuk perikatan dimaksud
  • konsultasi – meyakinkan bahwa personel akan memperoleh informasi memadai sesuai yang dibutuhkan dari orang yang memiliki tingkat pengetahuan, kompetensi, pertimbangan (judgement), dan wewenang memadai
  • supervisi – meyakinkan bahwa pelaksanaan perikatan memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh KAP
  • pemekerjaan (hiring) – meyakinkan bahwa semua orang yang dipekerjakan memiliki karakteristik semestinya, sehingga memungkinkan mereka melakukan penugasan secara kompeten
  • pengembangan profesional – meyakinkan bahwa setiap personel memiliki pengetahuan memadai sehingga memungkinkan mereka memenuhi tanggung jawabnya. Pendidikan profesional berkelanjutan dan pelatihan merupakan wahana bagi KAP untuk memberikan pengetahuan memadai bagi personelnya untuk memenuhi tanggung jawab mereka dan untuk kemajuan karier mereka di KAP
  • promosi (advancement) – meyakinkan bahwa semua personel yang terseleksi untuk promosi memiliki kualifikasi seperti yang disyaratkan untuk tingkat tanggung jawab yang lebih tinggi.
  • penerimaan dan keberlanjutan klien – menentukan apakah perikatan dari klien akan diterima atau dilanjutkan untuk meminimumkan kemungkinan terjadinya hubungan dengan klien yang manajemennya tidak memiliki integritas berdasarkan pada prinsip pertimbangan kehati-hatian (prudence)
  • inspeksi – meyakinkan bahwa prosedur yang berhubungan dengan unsur-unsur lain pengendalian mutu telah diterapkan dengan efektif

muhamad ramdani, (2010), etika dalam auditing idependensi kendali mutu,  http://muhamadramdani17.wordpress.com/2010/11/25/etika-dalam-auditing-idependensi-kendali-mutu/ , hal 11
Hardi Cheng, (2008), mengenal sistem sistem pengendalian mutu kap, http://auditme-post.blogspot.com/2008/07/mengenal-sistem-pengendalian-mutu-kap.html , hal 1-2




Kamis, 23 Oktober 2014

KECAKAPAN, KEMAHIRAN DAN FLUKTUASI KENAIKAN DAN PENURUNAN SAHAM ENRON



Dalam kasus Enron diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan 600 juta Dollar AS padahal perusahaan mengalami kerugian. Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor, kasus memalukan ini konon ikut melibatkan orang dalam gedung putih, termasuk wakil presiden Amerika Serikat
Enron, seperti perusahaan lainnya menginginkan dan membutuhkan sebuah nilai rating. Sehingga Enron membayar Standard & Poors serta Moody’s untuk memberikan nilai rating. Rating ini dibutuhkan untuk sekuritas hutang perusahaan yang diterbitkan dan diperdagangkan di pasar. Yang menjadi masalah, perusahaan rating tersebut hanya melakukan analisis sebatas pada data yang diberikan kepada mereka oleh Enron, operasional dan aktivitas keuangan Enron. Terjadi perdebatan apakah perusahaan rating harus memeriksa total hutang perusahaan atau tidak. Khususnya yang berkaitan dengan SPEs. Meningkatnya defisit dalam arus kas perusahaan menyebabkan timbulnya masalah manajemen keuangan yang mendasar pada Enron. Pertumbuhan perusahaan membutuhkan adanya modal eksternal. Tambahan modal dapat diperoleh dari hutang baru dan ekuitas baru. Ken Lay dan Jeff Skilling, enggan untuk menerbitkan jumlah besar dari ekuitas baru. Karena akan mendilusi laba dan jumlah saham yang dipegang oleh pemegang saham. Pilihan menggunakan utang juga terbatas, dengan tingkat utang yang tinggi menyebabkan rating Enron hanya sebesar BBB, tingkat rating yang rendah oleh lembaga pemberi rating (Eiteman, dkk, 2007).
Andrew Fastow bersama dengan asistennya membuat SPEs, alat yang digunakan dalam jasa keuangan. SPEs memiliki dua tujuan penting, pertama; menjual aset-aset yang bermasalah ke rekanan. Enron menghilangkan aset tersebut dari neraca, mengurangi tekanan akibat utang dan menyembunyikan kinerja buruk investasi. Hal ini dapat mendatangkan dana tambahan untuk membiayai kesempatan investasi baru. Kedua; memperoleh pendapatan untuk memenuhi laba yang disyaratkan oleh Wall Street. SPEs dibiayai dari tiga sumber; (1) ekuitas dalam bentuk saham tresuri, (2) ekuitas dalam bentuk minimum 3% dari aset yang berasal dari pihak ketiga yang tidak berhubungan, (3) jumlah yang besar dari utang bank. Modal ini berada pada sisi kanan neraca SPEs, akan tetapi pada sisi kiri modal digunakan untuk membeli aset dari Enron. Hal ini menyebabkan harga saham SPEs berkaitan dengan harga saham Enron. Saat saham SPEs naik, maka saham Enron ter-apresiasi. Sedangkan saat harga saham SPEs turun, maka harga saham Enron ter-depresiasi (Eiteman, dkk, 2007). Menurunnya harga saham Enron hingga $47 per lembar saham pada bulan Juli 2001, menyebabkan investor curiga. Hal ini menyebabkan Sherron Watkins, wakil presiden Enron mencoba memperingatkan Kenneth Lay dengan membawa 6 lembar surat yang menjelaskan proses akuntan yang tidak wajar sehubungan dengan SPEs dan memperingatkan akan kecurangan proses akuntan. Akan tetapi peringatan Sherron Watkins tidak dihiraukan oleh Ken Lay, sehingga terjadilah tsunami di Enron. Harga sahamnya jatuh hingga tersisa $1 per lembar saham yang menyebabkan Enron bangkrut (Velasquez, 2006).Pada Bulan Februari 2002, Sherron Watkins dipanggil oleh DPR untuk menjelaskan skandal Enron, tentang aktivitas akuntansi perusahaan. Kemudian Sherron Watkins menjelaskan semua permasalahan tersebut, dan menyebabkan dirinya dijuluki sebagai courageous whistleblower (Velasquez, 2006).

Kesimpulan :

         Dari kasus tersebut dapat disimpulkan bahwa KAP Arthur Andersen sudah melanggar kode etik yang seharusntya menjadi pedoman dalam melaksanakan tugasnya dan bukan untuk dilanggar. Mungkin saja pelanggaran tersebut awalnya mendatangkan keuntungan bagi perusahaan seperti misalnya pada kasus enron, tetapi akhirnya dapat menjatuhkan kredibilitas bahkan menghancurkan enron dan KAP Arthur Andersen. Dalam kasus ini KAP yang seharusnya bersikap independen, tidak dilakukan oleh AA. Karena perbuatan tersebut, kedua-duanya menuai kehancuran dimana enron bangkrut dengan meninggalkan hutang millayaran dollar. Sedangkan KAP AA sendiri kehilangan keindependensiannya dan kepercayaan dari masyarakat terhadap KAP tersebut, juga berdampak pada karyawan yang bekerja di KAP yang bersangkutan dimana mereka menjadi sulit untuk mendapatkan pekerjaan akibat kasus ini.

Sekian penulisan tentang kasus enron , penulisan ini saya lakukan karena ingin mengetahui etika profesi akuntansi yang telah diselewengkan oleh Enron dan KAP Arthur Andersen. \\\

ELSA DENOVIA

Jumat, 30 Mei 2014

Affirmative Agreement and Negative Agreement



Affirmative Agreement
Untuk menghilangkan pengulangan kata pada suatu kalimat kita bisa menggunakan kata “so”atau “too”. Ada perbedaan pada susunan kalimatnya ketika menggunaan kata “so” dan “too”. Silahkan perhatikan rumus berikut:
Ketika hanya ada “to be” pada klausa utama (main clause), maka tenses yang sama dari “to be” digunakan pada klausa kedua (second clause).
Contohnya:
1.     I am hungry = I am hungry, and you are too.
2.    You are hungry = I am hungry, and so are you.

Affirmative statement (to be) + and +                 Subject + to be + too
                                                                              So + to be + subject

Contoh kalimat lainnya:
1.     Their plane is arriving at 7 o’clock, and so is mine.
2.    I am sick, and He is too.
3.    Our class is clean, and so are theirs.
4.    Bella is beautiful, and her sister is too.
5.    My hand writing is bad, and so are you.

Ketika hanya ada kata kerja bantu (auxiliary verb), contohnya: will, should, has, have, must, etc pada klausa utama (main clause), kata kerja bantu nya (auxiliary verb) juga digunakan pada klausa kedua (second clause).
Contohnya:
1.     He has seen her plays = He has seen her plays, and the girls have too.
2.    The girls have seen her plays = He has seen her plays, and so have the girls.

Affirmative statement + and +                              Subject + auxiliary verb only + too
       (auxiliary verb)                                                So + auxiliary verb only + subject

Contoh kalimat lainnya:
1.     They will go at noon, and she will too.
2.    He has an early appointment, and so have I.
3.    They have written their lyrics, and so have we.
4.    Richard has lived in Cuba for five years, and they have too.
5.    I should finish the report, and she should too.

Ketika hanya ada kata kerja (verb) tanpa auxiliary verb pada klausa utama (main clause), kata kerja bantu do, does, atau did digunakan pada klausa kedua (second clause) dan tenses nya harus sama.
Contohnya:
1.     We go to school = We go to school, and my brother does too.
2.    My brother goes to school = We go to school, and so does my brother.

Affirmative statement + and +                              Subject + (do, does, did) + too
(single verb except ”to be”)                                    So + (do, does, did) + subject

Contoh kalimat lainnya:
1.     We want to buy a fountain, and she does too.
2.    My mother likes traveling, and so do their mother.
3.    My brother invites him to the party, and my sister does too.
4.    They wrote a good poem, and so did he.
5.    Fred cooked fried rice for his breakfast, and Tina did too.

Negative Agreement
“Either” dan “neither” memiliki fungsi yang sama seperti kata “too” dan “so” pada klausa kedua (second clause) dalam kalimat positif (affirmative sentence/ agreement). Kata “Either”dan “neither” ini digunakan untuk mengindikasikan kalimat negative (negative sentence/ agreement). Aturan yang sama juga berlaku untuk penggunaan “to be”, “auxiliary verb” (kata kerja bantu), dan “verb” (kata kerja).
Contohnya:
1.  I didn’t go to the mosque yesterday, and Ali didn’t either.
2.  I didn’t go to the mosque yesterday, and neither did Ali.

Negative statement + and +                   Subject + negative auxiliary or “to be” + either
                                                                Neither + positive auxiliary or “to be” + subject

Contoh kalimat lainnya:
1.     The manager isn’t too happy with the project, and neither is his assistant.
2.    We can’t study in the library, and he can’t either.
3.    You didn’t pay the taxes, and they didn’t either.
4.    My brother won’t accept my father’s decision, and my sister won’t either.
5.    He doesn’t know the answer, and neither does she.

Sumber :
http://bahasainggrisonandNegativeAgreement013/04/elliptical-constructions.html

Possessive Adjectives, Possessive Pronoun, Reflexive Pronouns

Pengertian Pronouns adalah kata ganti yang digunakan untuk menggantikan orang, hewan, dan benda. Tujuan dari penggunaan pronouns ialah untuk menggantikan noun tersebut agar tidak terjadi penyebutan yang berulang-ulang dalam sebuah kalimat.
Penjelasan tentang kata ganti:
PRONOUNS

Subject
Object
Possessive
Possessive
Reciprocal
Pronouns
Pronouns
Adjectives
Pronouns
Pronouns
I
Me
My
Mine
Myself
You
You
Your
Yours
Yourself
He
Him
His
His
Himself
She
Her
Her
Hers
Herself
It
It
Its
Its
Itself
We
Us
Our
Ours
Ourselves
You
You
Your
Yours
Yourselves
They
Them
Their
Theirs
Themselves

Possessive Adjectives
Pronoun ini berfungsi sebagai kata sifat, yaitu untuk menerangkan kepemilikan terhadap nouns. (The nouns belong to whom? = nouns itu milik siapa?)
Contoh:
1.       This is my house. (Ini adalah rumahku).
2.       That is his house.
3.       This is your dictionary. (Ini adalah kamusmu)
4.       We all like our teacher.
5.       Didit and Yeyes are saving some of their money to buy a birthday gift.
6.       That is your book.
7.       This is their clean class.
8.       That is our television.
9.       This is my new bag.
10.   That is her big house.

Possessive Pronoun
Kata ganti ini juga menyatakan kepemilikan sesuatu benda. Perbedaannya dengan possessive adjectives adalah terletak pada kata bendanya yang tidak disebutkan lagi karena sudah tersirat di dalam kata ganti ini.
Contoh:
1.       This house is mine. (rumah ini adalah rumahku).
2.       That house is his. (rumah itu adalah rumahnya).
3.       This dictionary is yours. (kamus ini adalah kamusmu).
4.       I like your shoes but I don’t like mine. (Saya suka spatumu, tapi saya tidak suka sepatuku).
5.       Those books are his now. (Buku-buku itu adalah buku-bukunya sekarang).
6.       This new bag is mine. (Tas baru ini adalah tasku).
7.       That television is ours. (TV itu adalah TV kami).
8.       These beautiful cars are theirs. (Mobil-mobil cantik ini adalah mobil-mobil mereka).
9.       That pencil is yours. (Pensil itu adalah pensilmu).
10.   This dictionary is his. (Kamus ini adalah kamusnya).
Note: In speaking, noun setelah “this, that, these dan those” sering dihilangkan. Lawan bicara sudah paham maksudnya karena noun-nya sudah diacu sebelumnya, plus adanya body language. Contoh-contoh di atas dapat dinyatakan dengan:
1.       This is mine
2.       That’s yours
3.       Those are his now, dan seterusnya.

Reflexive Pronouns
Reflexive atau reciprocal pronoun ini digunakan untuk merefleksikan diri dan untuk mengeraskan arti orang atau benda yang diacunya.
Contoh:
1.       I hate myself. (Saya benci diriku sendiri).
2.       You only love yourself. (Kamu hanya cinta dirimu sendiri).
3.       You all have to help yourselves. (Kamu semua harus membantu diri kamu sendiri).
4.       We have to discipline ourselves. (Kita harus mendisiplinkan diri kita sendiri).
5.       She must be angry to herself. (Dia harus marah pada dirinya sendiri).
6.       He gives himself a little more time to rest. (Dia memberi dirinya sendiri sedikit lebih banyak waktu untuk beristirahat).
7.       They are proud of themselves. (Mereka bangga pada diri mereka sendiri).

Sumber:
http://grammarboxx.blogspot.com/2011/11/pronouns.html

Infinitives


Infinitive adalah verbal berbentuk kata kerja dasar yang umumnya ditambah to di depannya, misalnya to eat, to say, to run, to work, to study.
Seperti halnya dengan gerund, infinitive pun dapat berfungsi sebagai kata benda (noun). Bedanya, penggunaan infinitive lebih luas daripada gerund yang hanya berfungsi sebagai kata benda. Infinitive mempunyai tiga fungsi, yaitu sebagai kata benda (noun), kata sifat (adjective), dan kata keterangan (adverb).

Infinitive sebagai kata benda (noun)
1.     To say is easy but to do is difficult.
2.    To understand English is not an easy job.
3.    To dry an ocean is nonsense.

Infinitive sebagai kata sifat (adjective)
1.     I have no time to go.
2.    The desire to success is strong in youth.
3.     I have had the money to pay this ticket.

Infinitive sebagai kata keterangan (adverb)
·         I come to meet you.
·         We read to get new information.

Infinitive tidak pernah dan tidak boleh menempati posisi sebagai kata kerja utama (main verb).
·         I to drink a cup of coffee. (salah)
·         I drink a cup of coffee. (benar)


Infinitives juga bisa dikombinasikan dengan be dan have sebagai kata kerja bantu (auxiliaries) untuk membentuk konstruksi waktu. Perhatikan bentuk infinitives berikut ini:
Bentuk infinitives (active):
Simple --> to write
Continuous --> to be writing
Perfect --> to have written
Perfect continuous --> to have been writing

Contoh infinitive (active) dalam kalimat:
·         I want to see you.
·         It’s nice to be sitting here.
·         I’m glad to have seen her.
·         I’d like to have been sitting there when she walked in.

Bentuk infinitives (passive):
Simple --> to be written
Perfect --> to have been written

Contoh infinitive (passive) dalam kalimat:
·         She likes to be liked.
·         She wants to be loved.
·         The paddy field needs to be watered.
·         You could have been killed.
·          It must have been done when it was being moved.

Catatan
Setelah modal auxiliary verbs, infinitive yang digunakan adalah infinitive tanpa to. Modal auxiliary verbs yang tidak boleh memakai to sesudahnya adalah will, shall, would, could, can, may, might, must, should, dan needn't (tetapi bukan need to).

Sumber :
hInfinitivestanbahasainggris.blogspot.com/2009/04/infinitives.html

Gerund

Gerund adalah kata kerja (Verb) yang digunakan tetapi fungsinya berubah sebagai kata benda (Noun). atau dapat juga dikatakan bahwa gerund adalah kata kerja yang dibendakan (Verbal Noun).
Bentuk dari Gerund adalah: VERB 1 + ING
Contohnya: swimming, shopping, talking, playing, sleeping, eating, etc.
Fungsi Gerund
Dalam kalimat, gerund berfungsi sebagai:
a.       Subjek (subject)
b.      Pelengkap subjek (subjective complement)
c.       Objek langsung (direct object)
d.      Objek preposisi (object of preposition)
Macam-Macam Gerund
Subject
Gerund sebagai subjek pokok kalimat,
Apabila Gerund sebagai Subject, maka Gerund dapat berdiri sendiri atau berbentuk sebagai frase.
Formula : S               Verb
            Swimming is good service.

Bentuk dari kata “swimming” pada kalimat di atas adalah sebagai Gerund, yang berfungsi sebagai kata benda (Noun).
·         Your singing is very beautiful.
·         Studying needs time and patience.
·         Playing tennis is fun.
·          Reading English is easier than speaking it.

 Subjective Complement
Gerund sebagai pelengkap subjek dalam kalimat biasanya selalu didahului to be yang terletak di antara subject dan subjective complement, contoh:
·         My favorite sport is running.
·          My favorite activity is reading.

Direct Object
Gerund sebagai objek langsung dalam kalimat, contoh:
·         I enjoy dancing.
·         likes dancing.
·         Thank you for coming.
·         I hate arguing.
Object of Preposition
Ada dua kemungkinan jika Gerund digunakan sebagai Object, yakni Object of Preposition (Object Kata Depan) dan Object of Verb (Object Kata Kerja).
Menggunakan Gerund Sebagai Object of Preposition (Object Preposisi)
Formula: Preposition + Gerund (Verb + Ing)
Contoh:
1.       We talk about going to Bali for our vacation.
2.       She is not interesting in looking for a new job.
3.       Thank you for helping me carry the bag.
4.       You Should take advantage of living here.
5.       The rain prevented us from completing the work.
6.       We will be happy by listening the music.
7.       Billy is not used to wearing a suit and tie everyday.

Beberapa preposisi (preposition) lazim yang sering diikuti oleh Gerund adalah:about, in, for, of, without, from, by, to, after, before, because of, at, like and with, .
CATATAN:
Untuk preposisi “to”, boleh diikuti Gerund jika fungsinya memang sebagai presposisi, bukan bentuk dari infinitif.
Contohnya:
·         I’m used to sleeping with the window open.
·         I’m accustomed to sleeping with the window open.
·         I look forward to going home next month.
Menggunakan Gerund Sebagai Object of Verb (Object Kata Kerja)
Formula: VERB + Gerund (Verb + Ing)
Kata kerja (VERB) yang lazim diikuti oleh Gerund adalah sebagai berikut:
VERB + GERUND

Enjoy
Quit (give up)

Consider (think about)
Appreciate
Finish (get through)
Postpone (put off)
Discuss (talk about)
Mind
Delay
Mention
Keep (keep on)
Stop
Suggest
Avoid


admit, appreciate, avoid, carry on, consider, defer, delay, deny, detest, dislike, endure, enjoy, escape, excuse, face, feel like, finish, forgive, give up, can't help, imagine, involve, leave off, mention, mind, miss, postpone, practise, put off, report, resent, risk, can't stand, suggest, understand

Contoh:
1.       Mary has finished discussing about Africa and its people.
2.       I enjoy playing tennis.
3.       Brian quit smoking.
4.       Brian give up smoking.

Appositive
Gerund sebagai aposisi atau penegas dalam kalimat, contoh:
1.       My hobby, fishing, is interesting.
2.       I do not like quarrelling, a useless job.

 Gerunds in Passive Sense
We often use a gerund after the verbs need, require and want. In this case, the gerund has a passive sense.
Untuk menyatakan kalimat pasif, khususnya setelah Kata Kerja Want, Need, require, dan deserve, maka gunakan Gerunds.
1.       I have three shirts that need washing. (need to be washed)
2.       This letter requires signing. (needs to be signed)
3.       The house wants repainting. (needs to be repainted)

 Gerund sebagai kata majemuk (Compound Noun) yang mengandung arti alat
Contoh:
Swiming Pool, Swimming Suit, Shopping Centre, Drawing Book, Sewing Machine, Washing Machine, Writing Paper, Dinning Table, Shopping Bag, Racing Car, Waiting Room, Dinning Room, Living Room, Surfing Board, etc.

Gerund digunakan untuk membuat suatu larangan atau peringatan yang singkat
Contoh:
No smoking, no spitting, no parking, warning, etc.
AS IDIMATIC EXPRESSION
Biasanya untuk mengungkapkan ekspresi.
Untuk fungsi ini biasanya berpola “GO + V-ing“.
Contoh:
1.        I go fishing with my father.
2.       I went shopping with my mother.
(Saya pergi berbelanja dengan ibu saya)
3.       She will go camping, won’t she?
(Dia akan pergi berkemah, bukan?)
AFTER POSSESSIVE ADJECTIVES
Jika ingin meletakkan kata kerja setelah kata kepunyaan seperti my, our, her, dll maka kata kerjanya juga harus dalam bentuk Gerunds.
Contoh:
1.       Thank you for your visiting.
(Terima kasih atas kedatangan Anda)
2.       I am sorry for my coming late.
(Mohon ma’af atas keterlambatan saya)


Sumber:
http://puspitafajerin.blogspot.com/2013/05/makalah-grammar-3-gerund.html

Selasa, 29 April 2014

tulisan 2 bahasa inggris 'cinderella'

In English
Cinderella

Once upon a time, there was a girl called Cinderella. Cinderella is lived happily with her mother and father until her mother died. Feel that Cinderella needs a mother figure in his life, Cinderella’s father remarries to a woman who has two daughters of her own.
Unfortunately, Cinderella's father dies and she lived only with her stepmother and stepsisters. They were very bossy, she had to do all the housework.
One day on invitation to the hall come to the family. The King invited for all the eligible ladies in the kingdom so as to find Prince a wife. Her stepsisters would no let her go. Cinderella was sad. The stepsisters went to the hall without her.
Fortunately, the fairy Godmother came and helped her to get to the hall with the wave of magic wand, helped prepared Cinderella for the hall. The fairy does warn her that is magic will end at a stroke of midnight, so she must leaved the hall before than.
At the hall all people surprised when Cinderella arrived. And then the Prince invited Cinderella to danced. He fell in love with her.
All of a sudden, the clock star to chime that is a midnight. Cinderella hastily runs away, dropped a glass slipper as she does so. Cinderella escapes, with nothing from the night left, except from the other glass slipper, which had not changed back.
Prince Charming orders his love to be found by means of the odd shoe, and the Grand Duke is sent around the land getting every girl in the land to try on the glass slipper to see if it fits.
Eventually the Grand Duke reaches the residence of Cinderella, but she is nowhere to be seen. The stepsisters frantically try to get the glass slipper to fit so as to wed into royalty, but compatible nothing that. The Grand Duke is about to leave as Cinderella finally appears. He orders the messenger to brought forth the glass slipper, yet the stepmother in a last minute attempt to prevent her stepdaughter from better things, causes the messenger to trip, thus broken the fragile shoe into pieces. Yet the arrogant woman hadn't betted on Cinderella produced the other glass slipper, which fits onto Cinderella's foot perfectly.
Very soon, wedding bells ring, and Cinderella married her prince, and they live happily ever after.

In Indonesian
Cinderella

Pada suatu ketika, ada seorang anak perempuan yang dipanggil dengan nama Cinderella. Cinderella hidup bahagia dengan Ibu dan Ayahnya sampai Ibunya meninggal. Merasa bahwa Cinderella membutuhkan gambaran seorang ibu di hidupnya, Ayah Cinderella menikah lagi dengan seorang perempuan yang mempunyai dua anak perempuan kandung.
Sayangnya, Ayah Cinderella meninggal dan dia hanya tinggal dengan saudara-saudara tiri dan ibu tirinya. Mereka sangat suka memerintah, dia harus melakukan semua pekerjaan rumah tangga.
Suatu hari undangan menuju aula datang kepada keluarga itu. Raja mengundang untuk semua wanita yang dapat dipilih di dalam kerajaan untuk mencarikan Pangeran seorang isteri. Saudara – saudara tirinya tidak mengijinkan dia pergi. Cinderella sedih. Saudara – saudara tirinya pergi ke aula itu tanpa dia.
Untungnya, Ibu Peri datang dan membantunya untuk datang ke aula dengan bantuan lambaian tongkat ajaib, yang membantu Cinderella menyiapkan diri untuk pergi ke aula itu. Ibu Peri memperingatkannya sihir itu akan berakhir dengan segera pada tengah malam, maka dia harus meninggalkan aula sebelum itu.
Di aula semua orang-orang kagum ketika Cinderella tiba. Kemudian Pangeran mengajak Cinderella untuk menari. Ia jatuh cinta kepadanya. Tanpa disadari, bintang jam untuk menunjukkan itu adalah tengah malam. Cinderella dengan tergesa-gesa berlari pergi menjatuhkan salah satu sepatu kaca yang dipakainya. Cinderella bebas, tidak ada apapun yang tertinggal dari malam itu, kecuali salah satu sepatu kaca, yang tidak berubah bentuk.
Pangeran memerintah agar cintanya ditemukan dengan menggunakan petunjuk sepatu yang aneh, dan Adipati dikirim di wilayah sekitar untuk menemui setiap anak perempuan di dalam wilayah untuk mencoba memakai sepatu kaca itu dan melihat jika itu sesuai.
Secepatnya Adipati menjangkau tempat kediaman Cinderella, tetapi dia tidak terlihat dimanapun. Para saudara perempuan tirinya yang dengan kebingungan mencoba sepatu kaca itu agar cocok supaya mendapatkan sayembara pernikahan itu, tetapi tidak ada dari mereka yang cocok. Adipati baru akan meninggalkan tempat ketika Cinderella yang akhirnya nampak. Ia meminta pesuruh untuk mengeluarkan sepatu kaca itu, namun ibu tiri di suatu detik terakhir mencoba untuk mencegah, anak tiri perempuannya dari berbagai hal lebih baik, menyebabkan pesuruh jatuh ketika berjalan, dengan begitu hancurlah sepatu yang mudah pecah menjadi berkeping - keping. Namun perempuan yang angkuh tidak pernah menyangka bahwa Cinderella mengeluarkan sepatu kaca lainnya, yang sesuai dengan ke kaki Cinderella dengan sempurna.
Segera, lonceng perkawinan berbunyi, Cinderella menikah dengan pangerannya, dan mereka hidup dengan bahagia selama - lamanya.